ya
lagi
alhamduli4JJI
tepat di saat yang dibutuhkan
memberi kesegaran
walau cuma sebentar
tapi tetap
jauh meresap ke dalam
menyegarkan sekaligus menghangatkan
meninggalkan warna indah
seperti saat itu dia melukis malam
terima kasih
Showing posts with label Uncategorized. Show all posts
Showing posts with label Uncategorized. Show all posts
Monday, November 10, 2008
Thursday, November 06, 2008
sebentar saja
hanya sebentar
mendengar sebentar
tapi kesejukannya langsung terasa
meresap jauh ke dalam
hanya sebentar
sebentar saja
tapi menarik pipi ini ke samping
ke atas sedikit
hanya sebentar
walaupun sebentar
tapi terima kasih
semoga ada lagi
mendengar sebentar
tapi kesejukannya langsung terasa
meresap jauh ke dalam
hanya sebentar
sebentar saja
tapi menarik pipi ini ke samping
ke atas sedikit
hanya sebentar
walaupun sebentar
tapi terima kasih
semoga ada lagi
Thursday, September 18, 2008
Saturday, September 06, 2008
senyumku untuk mu temans
betapa bahagia nya melihat kabar-kabar baik dari kalian walau sekedar melalui wadah maya kawan
senyumku untukmu temans
menambah kembang senyum kalian
senyumku untukmu temans
menambah kembang senyum kalian
Sunday, June 01, 2008
Ditinggal Harapan
Ya. Saya (kembali) ditinggal sang harapan. Setelah saya menumpuknya agar saya mudah memilihnya. Yang ada harapan-harapan itu berguguran satu per satu.
Mungkin karena saya yang maruk juga. Tapi semuanya saya lakukan hanya untuk memberi jaminan agar pada akhirnya saya memperoleh paling tidak (dan memang cuma ingin) satu (saja). Egois memang.
Dan sekarang kembali saya harus menahan dahaga. Mempertajam mata ke segala penjuru padang pasir. Mencoba menemukan oasis, bukan fatamorgana. Dan sepertinya masa lalu pun sedang berusaha menancapkan kaitnya ke otak saya.
Mungkin karena saya yang maruk juga. Tapi semuanya saya lakukan hanya untuk memberi jaminan agar pada akhirnya saya memperoleh paling tidak (dan memang cuma ingin) satu (saja). Egois memang.
Dan sekarang kembali saya harus menahan dahaga. Mempertajam mata ke segala penjuru padang pasir. Mencoba menemukan oasis, bukan fatamorgana. Dan sepertinya masa lalu pun sedang berusaha menancapkan kaitnya ke otak saya.
Thursday, May 08, 2008
Facebook?
Basi banget ya gw?
Tapi beneran, gw sama sekali ga ngerti soal Facebook ini. Jadi maaf bwt temen2 yang udah ngirim invitation atw sejenisnya di sana. Bukan apa2, emang ga ngerti dan males ngulik2nya :D
Ada yang mau ngasih tutorial? :D
Tapi beneran, gw sama sekali ga ngerti soal Facebook ini. Jadi maaf bwt temen2 yang udah ngirim invitation atw sejenisnya di sana. Bukan apa2, emang ga ngerti dan males ngulik2nya :D
Ada yang mau ngasih tutorial? :D
Saturday, April 19, 2008
apa kabar bidadari
apa kabarmu hari ini, bidadariku?
apakah ada lengkungan senyum itu di bibirmu hari ini?
apakah ada tawa lepas itu?
jangan khawatir, cantik
segunung cucian itu memang akan memenatkan tubuhmu sedikit
kamar berantakan itu pun akan membawa secuil cemberut ke wajahmu
tapi tidur siang mu setelah itu akan mengembalikan senyum itu lagi
apa kabarmu di hari sabtu yang cerah ini, bidadariku?
apa kau memikirkanku hari ini?
kalau pun tidak sungguh tidak mengapa bagiku
asal ada lengkungan senyum indah itu di bibirmu hari ini
senyum lah terus bidadariku
karna ingatan akan itu pula yang akan membuatku tersenyum
senyumlah bidadariku
cerahkan harimu
cerahkan hariku
apakah ada lengkungan senyum itu di bibirmu hari ini?
apakah ada tawa lepas itu?
jangan khawatir, cantik
segunung cucian itu memang akan memenatkan tubuhmu sedikit
kamar berantakan itu pun akan membawa secuil cemberut ke wajahmu
tapi tidur siang mu setelah itu akan mengembalikan senyum itu lagi
apa kabarmu di hari sabtu yang cerah ini, bidadariku?
apa kau memikirkanku hari ini?
kalau pun tidak sungguh tidak mengapa bagiku
asal ada lengkungan senyum indah itu di bibirmu hari ini
senyum lah terus bidadariku
karna ingatan akan itu pula yang akan membuatku tersenyum
senyumlah bidadariku
cerahkan harimu
cerahkan hariku
Sunday, February 03, 2008
Silahkan Komentar
Sebelumnya fasilitas komentar untuk postingan-postingan dalam blog ini hanya terbuka bagi pemilik akun Google. Mulai saat ini settingan tersebut tidak saya gunakan lagi. Dengan demikian, (hampir) semua orang boleh memberikan komentar di sini.
Jadi, silahkan komentar...
Jadi, silahkan komentar...
Masa Laluku, Baginda
Wahai Baginda
Sang Raja Agung dari manusia
Penguasa waktu dan kehidupan
Wahai Baginda
Jika
Jika masa laluku bukanlah juga masa depanku
Maka hapuskan lah ia dari benak dan hatiku
Namun jika
Wahai Baginda Rajaku
Tempat ku meminta dan memohon
Namun jika
Namun jika masa laluku adalah juga masa depanku
Maka tunjukilah aku sedikit saja
Dan karuniailah aku kesabaran setelah itu
Agar aku bisa berteman lagi dengan kehidupan
Wahai Baginda
Kumohon kemurahanMu
Sang Raja Agung dari manusia
Penguasa waktu dan kehidupan
Wahai Baginda
Jika
Jika masa laluku bukanlah juga masa depanku
Maka hapuskan lah ia dari benak dan hatiku
Namun jika
Wahai Baginda Rajaku
Tempat ku meminta dan memohon
Namun jika
Namun jika masa laluku adalah juga masa depanku
Maka tunjukilah aku sedikit saja
Dan karuniailah aku kesabaran setelah itu
Agar aku bisa berteman lagi dengan kehidupan
Wahai Baginda
Kumohon kemurahanMu
Thursday, January 31, 2008
Jakarta Pagi Hari
Pagi hari.
Robot-robot keluar
Meninggalkan kamar-kamar kos.
Meninggalkan rumah-rumah.
Di kaki tebing-tebing kaca.
Di hamparan padang beton.
Robot-robot berjalan bergegas sambil mata menatap lurus ke depan.
Robot-robot berbaris menunggu jemputan.
Jemputan datang, robot-robot masuk berdesakan.
Dalam jemputan robot-robot masih berdesakan.
Robot-robot sadar mode.
Pakaian kerja model terkini.
Tapi mata masih menatap lurus ke depan.
Robot-robot keluar jemputan.
Masih berdesakan.
Akhirnya robot-robot pun masuk ke pabrik-pabrik.
Lalu sepi lagi.
Dan saya ingin jadi robot.
Robot-robot keluar
Meninggalkan kamar-kamar kos.
Meninggalkan rumah-rumah.
Di kaki tebing-tebing kaca.
Di hamparan padang beton.
Robot-robot berjalan bergegas sambil mata menatap lurus ke depan.
Robot-robot berbaris menunggu jemputan.
Jemputan datang, robot-robot masuk berdesakan.
Dalam jemputan robot-robot masih berdesakan.
Robot-robot sadar mode.
Pakaian kerja model terkini.
Tapi mata masih menatap lurus ke depan.
Robot-robot keluar jemputan.
Masih berdesakan.
Akhirnya robot-robot pun masuk ke pabrik-pabrik.
Lalu sepi lagi.
Dan saya ingin jadi robot.
Thursday, January 24, 2008
Monyet dan Kacang
Saya adalah salah satu anggota milis IMG 2002. Hari ini, salah satu anggota milis yang lain - yang biasa kita anak-anak IMG panggil Depe - mengirimkan email yang sangat menarik isinya. Menarik karena makna yang dikandungnya. Berikut isi email tersebut:
-------------------------------------
Dearest Teman2,
Saya pernah membaca artikel menarik tentang teknik berburu monyet di
hutan-hutan Afrika, caranya begitu unik.
Sebab, teknik itu memungkinkan si pemburu menangkap monyet dalam keadaan
hidup-hidup tanpa cedera sedikitpun.
Maklum, ordernya memang begitu.
Sebab, monyet-monyet itu akan digunakan sebagai hewan percobaan atau
binatang sirkus di Amerika.
Cara menangkapnya sederhana saja.
Sang pemburu hanya menggunakan toples berleher panjang dan sempit.
Toples itu diisi kacang yang telah diberi aroma.
Tujuannya,agar mengundang monyet-monyet datang.
Setelah diisi kacang, toples-toples itu ditanam dalam tanah dengan
menyisakan mulut toples dibiarkan tanpa tutup.
Para pemburu melakukannya di sore hari.
Besoknya, mereka tingal meringkus monyet-monyet yang tangannya terjebak di
dalam botol tak bisa dikeluarkan.
Kok, bisa?
Tentu kita sudah tahu jawabnya.
Monyet-monyet itu tertarik pada aroma yang keluar dari setiap toples.
Mereka mengamati lalu memasukkan tangan untuk mengambil kacang-kacang yang
ada di dalam.
Tapi karena menggenggam kacang,
monyet-monyet itu tidak bisa menarik keluar tangannya.
Selama mempertahankan kacang-kacang itu, selama itu pula mereka terjebak.
Toples itu terlalu berat untuk diangkat.
Jadi, monyet-monyet itu tidak akan dapat pergi ke mana-mana !
Mungkin kita akan tertawa melihat tingkah bodoh monyet-monyet itu.
Tapi, tanpa sadar sebenamya kita mungkin sedang menertawakan diri sendiri.
Ya, kadang kita bersikap seperti monyet-monyet itu.
Kita mengenggam erat setiap permasalahan yang kita miliki layaknya monyet
mengenggam kacang.
Kita sering mendendam, tak mudah memberi maaf, tak mudah melepaskan maaf..
Mulut mungkin berkata ikhlas,
tapi bara amarah masih ada di dalam dada.
Kita tak pernah bisa melepasnya.
Bahkan, kita bertindak begitu bodoh,
membawa "toples-toples" itu ke mana pun kita pergi.
Dengan beban berat itu, kita berusaha untuk terus berjalan.
Tanpa sadar, kita sebenamya sedang terperangkap penyakit hati yang akut.
Teman,
sebenarnya monyet-monyet itu bisa selamat jika mau membuka genggaman
tangannya.
Dan, kita pun akan selamat dari penyakit hati jika sebelum tidur kita mau
melepas semua "rasa tidak enak" terhadap siapapun yang berinteraksi dengan
kita.
Dengan begitu kita akan mendapati hari esok begitu cerah dan menghadapinya
dengan senyum.
Dan, kita pun tahu surga itu hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang
hatinya
betul-betul bersih...
Jadi, kenapa tetap kita genggam juga perasan tidak enak itu?
-------------------------------------
Menarik bukan? Dan tentu saja maknanya yang dalam itu. Makasih Pe..
-------------------------------------
Dearest Teman2,
Saya pernah membaca artikel menarik tentang teknik berburu monyet di
hutan-hutan Afrika, caranya begitu unik.
Sebab, teknik itu memungkinkan si pemburu menangkap monyet dalam keadaan
hidup-hidup tanpa cedera sedikitpun.
Maklum, ordernya memang begitu.
Sebab, monyet-monyet itu akan digunakan sebagai hewan percobaan atau
binatang sirkus di Amerika.
Cara menangkapnya sederhana saja.
Sang pemburu hanya menggunakan toples berleher panjang dan sempit.
Toples itu diisi kacang yang telah diberi aroma.
Tujuannya,agar mengundang monyet-monyet datang.
Setelah diisi kacang, toples-toples itu ditanam dalam tanah dengan
menyisakan mulut toples dibiarkan tanpa tutup.
Para pemburu melakukannya di sore hari.
Besoknya, mereka tingal meringkus monyet-monyet yang tangannya terjebak di
dalam botol tak bisa dikeluarkan.
Kok, bisa?
Tentu kita sudah tahu jawabnya.
Monyet-monyet itu tertarik pada aroma yang keluar dari setiap toples.
Mereka mengamati lalu memasukkan tangan untuk mengambil kacang-kacang yang
ada di dalam.
Tapi karena menggenggam kacang,
monyet-monyet itu tidak bisa menarik keluar tangannya.
Selama mempertahankan kacang-kacang itu, selama itu pula mereka terjebak.
Toples itu terlalu berat untuk diangkat.
Jadi, monyet-monyet itu tidak akan dapat pergi ke mana-mana !
Mungkin kita akan tertawa melihat tingkah bodoh monyet-monyet itu.
Tapi, tanpa sadar sebenamya kita mungkin sedang menertawakan diri sendiri.
Ya, kadang kita bersikap seperti monyet-monyet itu.
Kita mengenggam erat setiap permasalahan yang kita miliki layaknya monyet
mengenggam kacang.
Kita sering mendendam, tak mudah memberi maaf, tak mudah melepaskan maaf..
Mulut mungkin berkata ikhlas,
tapi bara amarah masih ada di dalam dada.
Kita tak pernah bisa melepasnya.
Bahkan, kita bertindak begitu bodoh,
membawa "toples-toples" itu ke mana pun kita pergi.
Dengan beban berat itu, kita berusaha untuk terus berjalan.
Tanpa sadar, kita sebenamya sedang terperangkap penyakit hati yang akut.
Teman,
sebenarnya monyet-monyet itu bisa selamat jika mau membuka genggaman
tangannya.
Dan, kita pun akan selamat dari penyakit hati jika sebelum tidur kita mau
melepas semua "rasa tidak enak" terhadap siapapun yang berinteraksi dengan
kita.
Dengan begitu kita akan mendapati hari esok begitu cerah dan menghadapinya
dengan senyum.
Dan, kita pun tahu surga itu hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang
hatinya
betul-betul bersih...
Jadi, kenapa tetap kita genggam juga perasan tidak enak itu?
-------------------------------------
Menarik bukan? Dan tentu saja maknanya yang dalam itu. Makasih Pe..
Sunday, January 13, 2008
Just Married
Saya telah menikah.
Tidak ada pesta-pesta, sederhana saja.
Saya telah memperistri masa lalu saya.
Saya begitu terikat dengannya.
Walaupun dia membuat saya menangis, tapi saya tidak bisa melepaskannya.
Saya mau, tapi saya tidak bisa.
Pernah saya berlari jauh darinya.
Tapi sesudahnya saya temukan lagi saya di dalam pelukannya.
Pelukan penuh duri.
Saya bisa menceraikannya.
Asal ada dia penggantinya, yang akan langsung saya nikahi.
Dialah masa depan saya.
Tapi masa depan tidak akan ada tanpa masa lalu.
Tidak ada pesta-pesta, sederhana saja.
Saya telah memperistri masa lalu saya.
Saya begitu terikat dengannya.
Walaupun dia membuat saya menangis, tapi saya tidak bisa melepaskannya.
Saya mau, tapi saya tidak bisa.
Pernah saya berlari jauh darinya.
Tapi sesudahnya saya temukan lagi saya di dalam pelukannya.
Pelukan penuh duri.
Saya bisa menceraikannya.
Asal ada dia penggantinya, yang akan langsung saya nikahi.
Dialah masa depan saya.
Tapi masa depan tidak akan ada tanpa masa lalu.
Thursday, January 10, 2008
Sekuel
Sebenarnya saya berniat untuk meneruskan penulisan tentang metode Monte Carlo seperti yang telah saya tulis pada postingan saya sebelumnya. Selain karena tujuan saya menulis postingan itu sepertinya belum terpuaskan, sebenarnya saya sedikit "menyesal" karena menulis sesuatu yang saya sendiri tidak tahu apakah saya punya kompetensi untuk melakukannya atau tidak. Tidak mau dianggap sok tahu. Jadi menulis sekuelnya yang lebih "beririsan" dengan saya mungkin akan sedikit menghapus perasaan tersebut. Dan tidak, saya tidak akan menghapus postingan sebelumnya.
Sebenarnya niat menulis lebih lanjut ini sudah saya laksanakan. Tapi apa daya, tiba-tiba kemalasan menghinggapi saya saat menulis, sehingga tulisan tersebut sampai saat ini masih terkubur dengan sukses dalam bentuk draft dalam daftar postingan saya. Tapi saya berjanji untuk meneruskan penulisan tulisan tersebut.
Kemarin saya mendapat sedikit "pekerjaan" untuk dilakukan beberapa waktu ke depan. Bukan yang besar, apalagi kontribusi finansialnya untuk saya nanti, tapi paling tidak dapat mengisi kekosongan yang saya alami belakangan ini. Lagipula saya yakin saya akan mendapatkan pelajaran berharga dari pekerjaan ini nanti.
Pekerjaan ini merupakan jenis yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Walaupun masih dalam bidang yang (ingin) saya tekuni, namun kenyataan bahwa saya harus memposisikan diri sebagai "penyedia" bukan "pengguna" sedikit memberi tambahan beban bagi saya. Atau mungkin saja saya terlalu manja. Mudah-mudahan tidak. Semoga saya dapat memberikan yang terbaik. Semoga saya mendapat banyak pelajaran.
Sebenarnya niat menulis lebih lanjut ini sudah saya laksanakan. Tapi apa daya, tiba-tiba kemalasan menghinggapi saya saat menulis, sehingga tulisan tersebut sampai saat ini masih terkubur dengan sukses dalam bentuk draft dalam daftar postingan saya. Tapi saya berjanji untuk meneruskan penulisan tulisan tersebut.
Kemarin saya mendapat sedikit "pekerjaan" untuk dilakukan beberapa waktu ke depan. Bukan yang besar, apalagi kontribusi finansialnya untuk saya nanti, tapi paling tidak dapat mengisi kekosongan yang saya alami belakangan ini. Lagipula saya yakin saya akan mendapatkan pelajaran berharga dari pekerjaan ini nanti.
Pekerjaan ini merupakan jenis yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Walaupun masih dalam bidang yang (ingin) saya tekuni, namun kenyataan bahwa saya harus memposisikan diri sebagai "penyedia" bukan "pengguna" sedikit memberi tambahan beban bagi saya. Atau mungkin saja saya terlalu manja. Mudah-mudahan tidak. Semoga saya dapat memberikan yang terbaik. Semoga saya mendapat banyak pelajaran.
Saturday, January 05, 2008
Candu Baru
Ternyata blogging mengasikkan juga. Tidak seperti yang saya bayangkan dulu, saya menemukan candu baru setelah sekian banyak candu yang telah didapatkan dari dunia maya bernama internet ini. Beberapa hari belakangan, sebagian waktu saya untuk berinternet ria dihabiskan buat ngulik2 blog baru ini. Sekali lagi, semoga blog ini bermanfaat. Amin..
Thursday, January 03, 2008
coba
Ting posting. Mari mencoba posting. Semoga blog ini bermanfaat..
-do good things and good things will happen to you-
-do good things and good things will happen to you-
Subscribe to:
Posts (Atom)
