Showing posts with label Seurieus. Show all posts
Showing posts with label Seurieus. Show all posts

Monday, January 19, 2009

Berita Duka

berita kematian meraja lela
nafas terenggut dari dada
merah darah menutup udara
malaikat kecil berurai air mata
penyambung jaman dilenyapkan

dan kita hanya bisa diam

Saturday, April 26, 2008

Sedikit tentang GPS

GPS bukanlah suatu terminologi yang asing untuk saat ini. Tapi seberapa pahamkah kita tentang terobosan teknologi yang luar biasa ini? Walaupun sudah dikenal secara global, namun sayang sekali masih terdapat banyak kesalahpahaman tentang GPS. Termasuk di kampus saya yang dulu, yang katanya merupakan perguruan tinggi terbaik bangsa (tapi kok jualan kursi ya?). Setidaknya dari yang saya tangkap di sebuah topik dalam sebuah forum maya di sana yang masih saya ikuti sampai sekarang. Saya pun tertarik untuk berbagi tentang GPS di topik tersebut, dan saya juga tertarik melakukannya di sini. Berikut postingan saya tersebut:

--------------------------------------------------------------------------------------------------

banyak yang salah paham ttg GPS sepertinya...
postingan yang paling menggambarkan soal GPS cuma dari si teguh.. ya iyalah, dah mastah ini...

gw nambahin dikit lah. jd yang namanya GPS itu bukan alat yang biasa tmn2 pake bwt tracking atw positioning itu. alat itu disebut receiver GPS.
GPS adalh sebuah sistem. sistem apa? sistem penentuan posisi berbasis satelit. terdapat tiga segmen/komponen penting dalam sistem ini:

1. segmen satelit
yaitu konstelasi puluhan satelit GPS yang mengorbit mengelilingi bumi dengan mekanisme tertentu demi tercapainya kebutuhan sinyal yang dibutuhkan saat melakukan sutu penentuan posisi (koordinat). yup, satelit2 ini memancarkan sinyal yang berisi informasi2 yang dibutuhkan dalam positioning dgn GPS.

2. segmen pengguna
nah di sinilah receiver GPS berada. GPS receiver sendiri secara garis besar dapat dibagi dalam dua kelompok. yaitu receiver tipe navigasi dan tipe geodetik.
receiver tipe navigasi yaitu receiver GPS yang biasa tmn2 gunakan selama ini untuk tracking, positioning sederhana dll. pada receiver ini, koordinat didapatkan dengan membandingkan kode yang di bawa sinyal dari satelit dengan kode yang dimiliki oleh receiver (menggunakan data fase).
tipe geodetik yaitu receiver dengan tingkat ketelitian jauh di atas tipe navigasi. pada receiver ini koordinat didapatkan kira2 dengan menghitung jarak dari satelit ke receiver (menggunakan data pseudorange). jarak tersebut kemudian digunakan dalam suatu model matematis penentuan koordinat (pengikatan ke belakang) untuk mendapatkan koordinat titik.

3. segmen kontrol
yaitu sistem kendali di permukaan bumi yang tersebar di seluruh dunia yang bertugas menjaga kestabilan dan meningkatkan kualitas sistem GPS secara keseluruhan.

ohya, sedikit meluruskan. navtar itu bukan nama satelit GPS. tapi GPS itu nama lengkapnya Navstar GPS (Navigation Satellite Timing and Ranging Global Positioning System). jadi ga ada istilah suka2 mendefinisikan. satu lagi, Glonas dan Galileo ga ada hubungannya dengan GPS. Glonass dan Galileo juga merupakan sistem penentuan posisi berbasis satelit seperti GPS. Kalau GPS dikembangkan oleh Dep. Pertahanan US, maka Galileo dikembangkan oleh Uni Eropa dan Glonass dikembangkan oleh Rusia.

btw ttg differential GPS postingan super g. konsep nya ga salah jg kok. yang dipaparkan disana berarti sistem DGPS. dimana terdapat stasiun2 yang memancarkan koreksi ke receiver di sekitarnya. jadi para pengguna receiver GPS navigasi dapat melakukan koreksi secara real time pada saat penentuan posisi. terdapat dua tipe DGPS, yaitu local area DGPS dan wide area DGPS. pada tipe geodetik differential ini juga diterapkan, baik secara real time maupun post processing.

satu lagi GPS bisa digunakan saat hujan. kl soal penghalang benar. krn bakalan ada efek mutipath (pantulan dari penghalang2 tersebut), jadi sinyal yang ditangkap receiver tidak murni dari satelitnya.

segitu dl dari gw..

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Yup, segitu dulu dari saya. Dan tentu saja cuma ada satu (?) kata yang paling tepat untuk mengakhiri postingan ini: CMIIW (correct me if i was wrong).

Tuesday, March 04, 2008

Mari Belajar

Kemarin malam saya berbincang dengan seorang teman. Banyak topik yang singgah dalam pembicaraan kami. Salah satunya adalah sebuah kegiatan yang sangat identik dengan kami saat kami berkuliah, walapun pada kenyataannya kami kuliah di tempat yang berbeda dan melakukan kegiatan tadi secara terpisah. Pada topik tersebut saya dengan sangat ceroboh telah menyombongkan diri betapa saya menikmati kegiatan tersebut karena saya merasa akhir-akhir ini sangat baik dalam mengerjakannya. Betapa saya begitu dominan dan menonjol dalam kegiatan tersebut.

Saat perbincangan usai, tiba-tiba saya teringat lagi dengan topik tadi. Kemudian saya tersadar bahwa saya sebenarnya tidak selalu bagus dalam kegiatan tersebut. Pada awalnya saya sangat antusias, saya selalu berusaha menonjolkan diri, betapa saya lah yang paling hebat, yang paling jago. Tapi lama kelamaan saya menyadari betapa bodohnya saya waktu itu. Disadari dan tidak ternyata saya telah banyak berbuat kesalahan. Saya merasa malu. Setiap saat saya mencoba mengevaluasi dan men-simulasikan diri dalam kegiatan tersebut dan selalu saja menemukan kelemahan-kelemahan pada diri saya. Akhirnya tanpa sadar saya telah menjadi orang yang sangat pasif dalam kegiatan tadi. Saya lebih banyak berdiam diri sambil mereka-reka apa yang seharusnya saya lakukan agar kembali aktif. Tapi semakin banyak saya berpikir semakin sempit pula kesempatan saya untuk kembali aktif. Hingga pada akhirnya saya benar-benar mundur dari kegiatan tersebut. Menenggelamkan diri dalam hal lain dan menghapus segala kenikmatan yang pernah saya dapatkan dari kegiatan tadi.

Lalu entah bagaimana saya kembali menekuni kegiatan ini. Saya kembali menikmatinya. Saya kembali menjadi orang yang aktif dan diperhitungkan lagi. Tanpa sadar, ternyata saya telah berubah. Ternyata saya telah mampu mengatasi kelemahan-kelemahan saya dulu. Bahkan saya kini selalu menemukan cara untuk menutupi kelemahan baru.

Tanpa sadar, ternyata selama ini saya telah belajar. Betapa saya telah berevolusi untuk mampu "bertahan hidup" di kegiatan tadi. Terus terang saya merasa takjub. Saya benar-benar tidak menyangka saya begitu lebih baik sekarang, dan saya yakin ada suatu proses di balik ini semua. Ya, proses belajar tadi. Dan hebatnya proses tadi terjadi tanpa saya sadari. Sungguh luar biasa Dzat yang memungkinkan ini terjadi...

Dan sayang sekali saya telah berlaku sombong kemarin malam. Itu dosa, saya yakin. Semoga saya tidak dihukum karena hal tersebut. Karena saya mengakui saya bersalah. Dan semoga saya selalu dianugerahi kemampuan untuk belajar. Amin..

Saturday, January 19, 2008

Doa Nabi Sulaeman AS.

Saya mengetahui doa ini dari khutbah Jumat yang saya ikuti di mesjid dekat kosan tanggal 18 Januari kemaren. Dalam khutbah, khatib menyebutkan bahwa hanya ada satu nabi yang melafalkan doa ini, yaitu Nabi Sulaeman AS. Menurut saya doanya cukup bagus.

Jadi, pada suatu hari Nabi Sulaeman AS. dan para tentaranya yang terdiri dari bangsa jin, manusia dan burung sedang berjalan melintasi sebuah lembah yang dihuni sekelompok semut. Lalu berkatalah seekor semut, "Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari." Kelanjutan ceritanya dipaparkan dalam QS. An Naml ayat 19 berikut:


Artinya:

Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdo'a: "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni'mat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh".

Referensi: http://www.dudung.net/index.php?action=detail&bahasa=indonesia&no_surat=27&awal=10

Tuesday, January 08, 2008

Metode Monte Carlo

Suatu ketika saat masih mengerjakan Tugas Akhir alias TA, saya melihat pengumuman yang ditempel di depan ruangan dosen pembimbing saya tentang tawaran judul TA dari beliau. Pada salah satu judul yang ditawarkan terdapat penjelasan yang mengharuskan penerapan metode Monte Carlo. Dalam hati saya bertanya, "Metode macam apa pulak itu?" (pake logat batak wkwkwkw..). Sebelumnya saya belum pernah mendengar metode tersebut, bahkan selama kuliah. Akhirnya pertanyaan tersebut terkubur begitu saja dalam otak saya. Selain saya tidak begitu peduli, saat itu saya juga lebih concern mengurus TA saya yang sudah separuh jalan.

Sampai pada suatu siang beberapa hari yang lalu saat saya lewat di depan ruangan itu lagi, sekilas saya menangkap percakapan yang terjadi di dalamnya. Rupanya saya telah mempunyai "adik seperguruan", alias ada adik kelas yang juga bimbingan dengan si bapak. Dalam percakapan tersebut mereka menyebut-nyebut metode Monte Carlo. Otomatis pertanyaan yang dulu sempat terlintas dalam benak saya bangkit kembali dari kuburnya :D. Selain namanya yang seperti nama sebuah distrik di Monaco, nama tersebut juga mengingatkan saya pada novel dan film yang berjudul The Count of Monte Cristo yang menceritakan tentang seorang pemuda yang dipenjara karena kesalahan yang tidak dilakukannya. Di penjara si pemuda bertemu dengan orang tua yang menunjukkannya cara kabur dari tempat itu plus jalan menuju tempat penyimpanan harta karun di pulau Monte Cristo. Dengan modal itu sang pemuda kabur dari penjara, menemukan harta karun dan menggganti identitasnya menjadi Count of Monte Cristo untuk membalas dendam.

Fiuh.. cukup sudah bercerita tentang sang Count. Kalau diteruskan bisa-bisa saya harus mengubah judul posting ini. Belum lagi si Count ini juga mengingatkan saya pada Count lain hasil karyanya mbah Bram Stoker. Ah, sudahlah. Let's back to the topic.

Setelah saya bertanya pada tante Wiki, barulah saya mendapat informasi bahwa ternyata yang namanya metode Monte Carlo adalah sebuah metode matematis. Metode Monte Carlo adalah sebuah algoritma perhitungan yang mengandalkan sampel acak yang berulang untuk menghitung hasilnya. Metode ini biasanya digunakan pada simulasi suatu sistem yang bersifat fisis dan matematis. Metode Monte Carlo cenderung digunakan apabila hasil yang diinginkan tidak mungkin didapatkan menggunakan algoritma deterministik. Apa itu agoritma deterministik? Dalam ilmu komputer, algoritma deterministik dapat diartikan secara sederhana sebagai algoritma dengan karakter yang dapat diperkirakan atau predictable. Model sederhana dari algoritma ini adalah fungsi matematik, yang akan memberikan output yang sama apabila diberikan input tertentu. Begitu juga dengan algoritma deterministik, bedanya algoritma deterministik menggambarkan secara tepat tentang bagaimana output didapatkan dari input.

Kembali ke metode Monte Carlo. Metode simulasi Monte Carlo secara khusus sangat berguna untuk mempelajari sistem seperti cairan, material yang tidak teratur dan struktur-struktur selular. Dimana sistem-sistem ini mempunyai tingkat hubungan yang rendah antar komponennya. Lebih jauh, metode Monte Carlo sangat berguna untuk memodelkan fenomena dengan tingkat ketidaktentuan (uncertainty) yang signifikan, seperti perhitungan resiko dalam bisnis. Dalam bidang keuangan, penggunaan metode Monte Carlo mengalami peningkatan dalam kegiatan perhitungan value perusahaan, mengevaluasi investasi pada proyek di corporate level, atau untuk mengevaluasi prediksi keuangan.

Pada bidang matematika, metode Monte Carlo diterapkan pada integrasi, optimasi dan inverse problems (kebalikan?). Pada integrasi Monte Carlo, sebuah metode determinan dari integrasi numerik bekerja dengan mengambil sejumlah sampel yang merata dari sebuah fungsi.

Referensi: http://en.wikipedia.org/wiki/Monte_Carlo_method#Applications